Home > Dahlan Iskan Story > My name is Khan, Dahlan Iskan,..
My name is Khan, Dahlan Iskan,..
by admin
Dahlan Iskan adalah sosok yang unik, nyentrik dan tentu saja teladan bagi para pejabat negeri ini. Bagaimana tidak, Dahlan Iskan baru beberapa bulan menjabat sebagai menteri sudah menuai banyak sekali pujian dan liputan dari media. Sedangkan pejabat lain tidak terkesan kurang prestasi dan tidak terliput media. Mari ktia simak tulisan tentang Dahlan Iskan : My Name Is Khan.
Suatu hari di Graha Pena Surabaya. Dahlan Iskan, yang ketika itu masih menjabat sebagai CEO Jawa Pos berang saat melihat salah satu karyawannya sedang main games di komputer. Disertai bentakan, Dahlan meringkus keyboard yang sedang digunakan, dan membantingnya ke lantai. Brak! Sampai beberapa hari tidak ada yang berani ‘membereskan’ keyboard yang tuts-nya porak poranda itu.
Berbagai cerita tentang Dahlan Iskan dan tindakannya yang spontan bertebaran di berbagai kalangan. Utamanya, pekerja di Jawa Pos News Network (JPNN) dan Jawa Pos Group. Ceritanya pun beragam. Ada yang lucu, unik, ‘seram’, bahkan yang mengharukan. Bagi karyawan JPNN dan Jawa Pos Group, atau siapa pun yang mengenal tokoh yang akrab dipanggil ‘Pak Bos’ oleh anak buahnya ini, memang selalu mengejutkan.
Yang banyak diketahui publik adalah tanggal kelahiran 17 Agustus. Tanggal itu sengaja dipilih karena Dahlan dan keluarganya di Magetan, Jawa Timur, tidak pernah mencatat tanggal pasti kelahirannya. Tanggal 17 Agustus dipilih karena mudah diingat, lantaran sama dengan tanggal Hari Kemerdekaan RI.
Ketika meniti karir sebagai orang pers, perjalanan karirnya juga mengejutkan. Dari seorang calon reporter di Samarinda, Kalimantan Timur pada tahun 1975, lalu pindah ke Majalah Tempo pada 1976, hingga mengsukseskan surat kabar Jawa Pos yang hampir mati di tahun 1982. Jawa Pos menjadi surat kabar paling besar di Indonesia Timur. Tidak hanya itu, kini Jawa Pos beranak pinak. Setidaknya ada puluhan media massa cetak, plus jaringan percetakan, serta beberapa televisi lokal, di bawah Jawa Pos Group.
Dahlan Iskan Vs Rokok
‘Pak Bos’ dan kebiasaan merokok, adalah salah satu tema cerita yang beredar. Dahlan memang bukan perokok dan tidak suka dengan kebiasaan yang dianggap hanya membawa kerugian itu. Di berbagai gedung yang berada di bawah manajemen Jawa Pos, hampir pasti menerapkan kebijakan dilarang merokok di dalam gedung. Utamanya, di gedung Graha Pena Surabaya dan Graha Pena Jakarta.
Kisah unik bertema ini terjadi beberapa tahun lampau. Ketika tiba-tiba, ‘Pak Bos’ menemukan puntung rokok di kamar mandi redaksi Jawa Pos. Kamar mandi itu terletak di salah satu sudut ruang redaksi di lantai IV, Graha Pena. Dahlan jengkel tidak kepalang. Dia mengambil kertas dan menuliskan ‘pesan pendek’ tentang penyegelan dan ditempelkan di pintu kamar mandi.
Dahlan juga kerap naik ke lantai empat melalui tangga darurat. Selain untuk berolahraga, hal itu dilakukan untuk mengecek prilaku anak buahnya yang sering merokok di tangga darurat. Sayangnya, sang anak buah paham jadwal kedatangan ‘Pak Bos’, dan menghindari merokok di jam-jam itu. Kecuali ketika mereka apes dan kepergok merokok.
Pandangan Dahlan soal kebiasaan merokok itu juga yang konon membuat Jawa Pos berlaku tegas dengan menyaratkan larangan merokok di seluruh areal gedung Graha Pena. Bahkan, Jawa Pos Group juga mengharuskan seluruh karyawannya untuk tidak merokok, sebagai syarat mendapatkan asuransi kesehatan. Bila ‘membandel’ dan tetap merokok, maka asuransi kesehatan pun dicabut.
Dahlan Iskan Tidak dikenal
Cerita lain yang kerap muncul adalah soal low profile Dahlan Iskan, dan sering kali berprilaku yang di luar kebiasaan. Di kantor Jawa Pos biro Jember, Jawa Timur (sebelum Radar Jember dibangun), Dahlan pernah memanjat pagar kantor, lantaran saat dia datang pagi hari, aktivitas kantor itu belum dimulai. Saat itu, Dahlan usai melakukan lari pagi.
Di kantor yang sama, mantan Direktur PLN ini pernah dibentak oleh office boy karena melewati salah satu sudut kantor yang sedang dipel. Rupanya, si office boy tidak mengenali Dahlan sebagai bosnya, dan mengira dirinya hanya tamu yang berkunjung. Dahlan pun minta maaf, sambil tersenyum. Office boy itu sama sekali tidak mendapatkan sanksi, karena dinilai melakukan pekerjaannya dengan benar.
Hal yang hampir sama terjadi di kantor pusat Bank Mandiri di Jakarta, saat itu Dahlan sudah menjadi sebagai Menteri BUMN. Dahlan yang gemar melakukan olah raga pagi itu, secara mengejutkan meminta izin untuk mandi pagi di kantor Bank Mandiri. Para Direksi pun kelimpungan, karena selama ini tidak ada yang mandi di kamar mandi itu. Meski demikian, mereka tetap mengizinkannya. Sejak saat itu, selalu tersedia handuk, odol dan keperluan mandi lainnya di kamar mandi direksi Bank Mandiri.
Pernah suatu saat, Pak Manteri BUMN ini datang ke kantor pusat Bank Mandiri untuk rapat. Ia memilih melewati pintu samping. Satpam yang melihat menyetop Dahlan, dan memintanya mengisi buku tamu. Dahlan menurut saja. Ketika satpam memberinya tanda ‘Visitor’, dan meminta Dahlan mengenakannya, mantan wartawan Tempo ini pun menurutinya.
Direksi Bank Mandiri yang saat itu bertemu Dahlan di ruang rapat sontak keheranan. Antara malu dan geli. Peristiwa itu memunculkan ‘kebijakan’ unik. Hingga saat ini, ada foto profil Dahlan Iskan di tiap pos satpam di kantor Mandiri Pusat. Lagi-lagi, tidak ada sanksi untuk satpam yang berlaku tegas itu. Lantaran sang Satpam hanya melakukan tugasnya.
Dahlan mungkin menyadari. Secara fisik, sosoknya memang sangat sederhana. Pilihan baju yang ‘biasa’-untuk ukuran pejabat-, sering kali membuat banyak orang mengira Dahlan adalah ‘orang biasa’. Sepatu kets kegemarannya, juga sempat menjadi bahan perbincangan ketika Dahlan tetap memilih mengenakannya dalam pelantikan sebagai Menteri BUMN pada 17 Oktober 2011.
Bisa jadi, sepatu kets yang sama itu juga yang dipakainya saat melempar kursi di pintu tol Semanggi beberapa waktu lalu. Cerita unik tentang Dahlan, sepertinya tidak akan pernah berakhir,..
Original Source : My name is Khan.
Cerita lain yang kerap muncul adalah soal low profile Dahlan Iskan, dan sering kali berprilaku yang di luar kebiasaan. Di kantor Jawa Pos biro Jember, Jawa Timur (sebelum Radar Jember dibangun), Dahlan pernah memanjat pagar kantor, lantaran saat dia datang pagi hari, aktivitas kantor itu belum dimulai. Saat itu, Dahlan usai melakukan lari pagi.
Di kantor yang sama, mantan Direktur PLN ini pernah dibentak oleh office boy karena melewati salah satu sudut kantor yang sedang dipel. Rupanya, si office boy tidak mengenali Dahlan sebagai bosnya, dan mengira dirinya hanya tamu yang berkunjung. Dahlan pun minta maaf, sambil tersenyum. Office boy itu sama sekali tidak mendapatkan sanksi, karena dinilai melakukan pekerjaannya dengan benar.
Hal yang hampir sama terjadi di kantor pusat Bank Mandiri di Jakarta, saat itu Dahlan sudah menjadi sebagai Menteri BUMN. Dahlan yang gemar melakukan olah raga pagi itu, secara mengejutkan meminta izin untuk mandi pagi di kantor Bank Mandiri. Para Direksi pun kelimpungan, karena selama ini tidak ada yang mandi di kamar mandi itu. Meski demikian, mereka tetap mengizinkannya. Sejak saat itu, selalu tersedia handuk, odol dan keperluan mandi lainnya di kamar mandi direksi Bank Mandiri.
Pernah suatu saat, Pak Manteri BUMN ini datang ke kantor pusat Bank Mandiri untuk rapat. Ia memilih melewati pintu samping. Satpam yang melihat menyetop Dahlan, dan memintanya mengisi buku tamu. Dahlan menurut saja. Ketika satpam memberinya tanda ‘Visitor’, dan meminta Dahlan mengenakannya, mantan wartawan Tempo ini pun menurutinya.
Direksi Bank Mandiri yang saat itu bertemu Dahlan di ruang rapat sontak keheranan. Antara malu dan geli. Peristiwa itu memunculkan ‘kebijakan’ unik. Hingga saat ini, ada foto profil Dahlan Iskan di tiap pos satpam di kantor Mandiri Pusat. Lagi-lagi, tidak ada sanksi untuk satpam yang berlaku tegas itu. Lantaran sang Satpam hanya melakukan tugasnya.
Dahlan mungkin menyadari. Secara fisik, sosoknya memang sangat sederhana. Pilihan baju yang ‘biasa’-untuk ukuran pejabat-, sering kali membuat banyak orang mengira Dahlan adalah ‘orang biasa’. Sepatu kets kegemarannya, juga sempat menjadi bahan perbincangan ketika Dahlan tetap memilih mengenakannya dalam pelantikan sebagai Menteri BUMN pada 17 Oktober 2011.
Bisa jadi, sepatu kets yang sama itu juga yang dipakainya saat melempar kursi di pintu tol Semanggi beberapa waktu lalu. Cerita unik tentang Dahlan, sepertinya tidak akan pernah berakhir,..
Original Source : My name is Khan.
Category Article Dahlan Iskan Story

